Belasan bapak-bapak berkumpul di tepi jalan kampung dekat rumah keluarga almarhum Rheza Sendy Pratama di Padukuhan Jaten, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, pada Selasa (2/9/2025) malam.
Dari pantauan kabarkota.com, sebagian dari mereka duduk berjajar di atas kursi plastik warna merah sembari berbincang-bincang. Beberapa aparat keamanan berseragam TNI juga turut berbaur dengan mereka. Di seberang jalan, sejumlah karangan bunga ucapan bela sungkawa atas meninggalnya mahasiswa Amikom tersebut juga masih berjajar.
Malam itu, warga bersama aparat keamanan tersebut berjaga di dekat rumah duka yang sedang menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhum.
Sementara para jurnalis memantau dari jarak puluhan meter dari lokasi mereka berkumpul. Itu lantaran ada informasi yang beredar di kalangan wartawan bahwa Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) hendak berkunjung ke rumah duka. Namun, hingga pukul 20.30 WIB, tidak terlihat tanda-tanda kedatangan untuk menemui keluarga almarhum.
Sejak meninggalnya Rheza yang diduga dianiaya saat tertangkap dalam kericuhan di depan Markas Polda (Mapolda) DIY pada Minggu (31/8/2025) pagi lalu, antensi publik dan pemerintah luar biasa besar.